<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852482653163691423</id><updated>2011-11-27T06:36:14.273-08:00</updated><category term='jalan'/><category term='pagi'/><category term='cinta'/><title type='text'>"Upss...SaaaaaLahh resep.."</title><subtitle type='html'>Hidup menjejalkan kertas-kertas resep di kepalaku..ada untukmu, untuknya...untukku...Ada resep bangun pagi, resep bercinta, resep marah, resep menggoda...resep...resep..
Urggghhh...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://salahresep.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salahresep.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>bulqiss</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16185860286436672235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SOxUTRnkIeI/AAAAAAAAAAo/HcSScgwsGug/S220/DSCF5300.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852482653163691423.post-4311781778794647380</id><published>2009-11-02T03:24:00.000-08:00</published><updated>2009-11-02T05:02:36.079-08:00</updated><title type='text'>"sulittt"</title><content type='html'>Sedikit kabut...terus mengaburkan pikirku, putusanku. Rasanya berat terus menua, dan seolah menanggung setengah beban dunia. Hidup terus mengejar dengan sejuta tuntutan yang sebenarnya lebih pada kewajiban sosial yang palsu dan hanya kamuflase. Sayangnya, Aku terjebak di sana, sayangnya..aku tak cukup kuat 'tu bepaling saja dan tak acuh, sayangnya..aku tetap peduli.&lt;br /&gt;Terlalu takut 'tuk akui Aku penakut. Akui Aku kerdil karena membiarkan ketakutan itu mengendalikan separuh gerak. &lt;br /&gt;Arghhh..kali ini waktu yang benar-benar mengejarku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2852482653163691423-4311781778794647380?l=salahresep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salahresep.blogspot.com/feeds/4311781778794647380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2852482653163691423&amp;postID=4311781778794647380' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/4311781778794647380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/4311781778794647380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salahresep.blogspot.com/2009/11/sulittt.html' title='&quot;sulittt&quot;'/><author><name>bulqiss</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16185860286436672235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SOxUTRnkIeI/AAAAAAAAAAo/HcSScgwsGug/S220/DSCF5300.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852482653163691423.post-3838035843312603234</id><published>2009-08-20T08:24:00.000-07:00</published><updated>2009-08-20T09:04:10.646-07:00</updated><title type='text'>"ekspresi...yang sama"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/So1z18Md80I/AAAAAAAAAEM/htXBnsd3svA/s1600-h/worried2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 208px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/So1z18Md80I/AAAAAAAAAEM/htXBnsd3svA/s320/worried2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372077301051552578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Beberapa hari yang lalu…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perempuan tua itu bergidik, setengah tak percaya memandangnya dengan mimik yang sulit tergambarkan. Dia menelan ludah, bekukan hati dan tulikan setiap sel-sel tubuh yang dapat menyimpan memori tentang apa yang akan didengarnya sebentar lagi. Dia telah terlatih menangani keadaan ini. Bukannya hal baru yang akan membuatnya mati terkejut, tapi ini cerita basi yang selalu dipanaskan saat mereka bertemu dengannya, cukup satu pertanyaan dan ini akan menjadi perbincangan hangat untuk orang-orang yang seketika merasa berhak membeberkan dosa-dosanya, membacakan tuntutan dan mengakhirinya dengan menjatuhkan vonis seolah itu karma untuknya. &lt;br /&gt;”Kemari nak!” Perempuan tua itu menarik lengannya, mengajaknya untuk duduk dan menatapnya lekat. Dia tahu perempuan yang melahirkan ibunya 54 tahun lalu itu,  cukup terkejut saat  mendengar tentang berapa lama dia telah bernafas di dunia ini, dan semakin membuatnya mengurut dada saat tahu dia belum juga berbagi nafas dengan orang lain hingga detik itu. Petuah-petuah dengan segera membanjiri telinganya, deras mengalir menghantam ketenangan yang terus dibangunnya kokoh beberapa tahun terakhir. Kerutan di dahi perempuan tua di depannya yang tak pernah berubah sejak dia berceloteh, menggelitik pikirnya, dan membuatnya sedikit terhibur, membayangkan uban di rambut neneknya akan semakin putih karena dirinya. Seolah khidmat meresapi setiap kata, dia tertunduk, mengulum senyumnya, berpikir tentang kemungkinan ketuaan telah memanipulasi pendengaran neneknya dan membuatnya neneknya berpikir kalau dia lebih tua sepuluh tahun dari umurnya sekarang. &lt;br /&gt;”Nek...umurku 24 tahun,” dia mencoba memastikan.&lt;br /&gt;”Saat seumurmu, nenek sudah memiliki tiga anak,” Dia memutuskan untuk meringkuk, diam. Tak ada gunanya membantah, atau membisikkan ulang ke telinga neneknya kalau dia baru berumur 24 tahun, bukannya 34 tahun, kalau dia masih memiliki waktu kurang lebih 20 tahun sebelum menopouse, kalau dia masih bisa memberikan sepuluh cicit untuk neneknya, kalau dia...belum terlalu tua...&lt;br /&gt;Perempuan tua itu...menggeleng resah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Beberapa jam yang lalu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Peluh meresap seketika, basahi baju perempuan muda yang terus mengeluh kesakitan, menggigit bibir bawahnya, menahan lidahnya untuk tak berteriak histeris. Di sisinya, seorang pria dengan peluh yang tak kalah banjirnya, ikut menggigit bibir bawahnya, menahan lidahnya untuk tidak mendesiskan ketakutan yang jelas terbayang di wajahnya. Pemandangan yang selalu menjadi cerita baru untuknya, membuatnya menerka seberapa dalam kasih yang hadir diantara mereka, seberapa yakin saat mereka berani membagi hidupnya, seberapa besar kobaran rasa akan bertahan sebelum mati tersiram hujan.&lt;br /&gt;”Dok....masih lama?” Perempuan itu berusaha menggapainya. Dia mendekat, membiarkan perempuan itu mencengkram lengannya saat rahimnya kembali kontraksi. Bayi di dalam perutnya mulai liar mencari jalan keluar.&lt;br /&gt;”Sakit...dok,” dia mengangguk, berharap perempuan itu memahami empati yang dirasakannya.&lt;br /&gt;”Sabar yahhh...harus sakit agar bayinya keluar,” dia telah mengatakannya sejak beberapa jam yang lalu, sejak kontraksinya mulai semakin sering, sejak erangan semakin sering terdengar, saat genggaman perempuan itu semakin kuat, saat wajah pria yang berdiri kaku di samping tempat tidur semakin terlihat pasi.&lt;br /&gt;”Belum waktunya yah...dok?” Dia mengangguk lagi.&lt;br /&gt;”Dokter sudah punya anak?” Perempuan itu kembali bertanya, membuatnya tertegun, mencari ekspresi yang sama dengan ekspresi neneknya beberapa hari yang lalu. Apakah perempuan ini akan merasa lebih baik saat dia mengatakan dia pernah melalui hal yang sama, ataukah itu pertanyaan basi yang sama dengan yang lain, sekedar mengisi kekosongan dan mencari ruang untuk dapat merasa lebih baik setidaknya sifat dasar manusia untuk menemukan titik aman dengan mengetahui bukan hanya dirinya yang menderita. &lt;br /&gt;Dia merasakan sesuatu menggelitik di dalam perutnya, semakin kuat dan membuatnya berusaha keras menahan tawa. Dia menemukan ekspresi yang dicarinya ada di wajah pria yang sejak tadi berusaha keras menahan kegugupannya, saat melihatnya kali ini..dia menggeleng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Beberapa menit yang lalu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;”Ada yang ingin melamarmu, ” Perempuan itu mengalihkan perhatian padanya. Dia memandangi koran pagi yang sejak tadi dibacanya, yang baru saja huruf-hurufnya seketika terlihat buram. Dia balik menatap perempuan yang melahirkannya 24 tahun lalu. Melihatnya terdiam, ibunya mengulang pernyataan yang sama.&lt;br /&gt;”Ohhh...” dia menggumam, itu pernyataan pikirnya. Bukan pertanyaan yang mewajibkannya memberi jawaban.&lt;br /&gt;”Dia baru akan datang kalau kau menerimanya,” masih tetap pernyataan, pikirnya lagi. Setidaknya, ibunya memberinya waktu untuk memamah dan mencerna apa yang baru saja didengarnya.&lt;br /&gt;”Jadi...?” dia berharap, Ibunya baru akan menanyakannya esok pagi.&lt;br /&gt;”Apa kami saling kenal?” Ibunya menggeleng.&lt;br /&gt;”Dia pernah melihatmu,” Kata-kata membatu. Haruskah dia mendebat ibunya dengan cerita tentang Khadijah yang meminta orang untuk mengikuti Muhammad, mencari tahu tentang dirinya sebelum memutuskan untuk mengabdi padanya, atau tentang persamaan hak yang diperjuangkan Kartini beberapa puluh tahun lalu, atau mengingatkan ibunya kalau ini tahun 2009, saat hak-hak asasi telah diakui di seluruh dunia, bahkan mendapat perlindungan hukum dengan sanksi yang sangat jelas.&lt;br /&gt;Dia membiarkan udara mengendap beberapa saat, biarkan riak emosinya yang tak teratur menemukan nadanya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahhh...kembali menemui ekspresi neneknya di beberapa wajah lagi kedengarannya tidak lebih buruk dibanding menemukan dirinya yang lain duduk di tengah dapur yang lengang, di bawah kesuraman lampu, ditemani isak yang berkisah tentang kesalahannya  “membeli kucing dalam karung”*&lt;br /&gt;Dia meninggalkan ibunya yang tiba-tiba terlihat seperti neneknya. &lt;br /&gt;Menggeleng dan menunjukkannya...ekspresi yang sama.&lt;br /&gt;[sigh]...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2852482653163691423-3838035843312603234?l=salahresep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salahresep.blogspot.com/feeds/3838035843312603234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2852482653163691423&amp;postID=3838035843312603234' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/3838035843312603234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/3838035843312603234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salahresep.blogspot.com/2009/08/ekspresiyang-sama.html' title='&quot;ekspresi...yang sama&quot;'/><author><name>bulqiss</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16185860286436672235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SOxUTRnkIeI/AAAAAAAAAAo/HcSScgwsGug/S220/DSCF5300.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/So1z18Md80I/AAAAAAAAAEM/htXBnsd3svA/s72-c/worried2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852482653163691423.post-7636721321518353583</id><published>2009-08-15T06:48:00.000-07:00</published><updated>2009-08-15T08:19:46.459-07:00</updated><title type='text'>"just..."</title><content type='html'>haaa...gerah, rasanya hampir muntah. Lidahnya terus saja bergoyang, menyambar setiap kata, mengunyahnya lahap dan menyemburkannya ke udara. Air liurnya berserakan, menempel di tiap huruf yang lepas, sisanya menguap menambah pengap. Aku bisa mendengar kepalanya penuh dengan ular yang mendesis, menggeliat gerah, menjilati tiap lekuk mangsa yang menggoda nafsunya liar.&lt;br /&gt;"koq sendiri?" hasratnya membelai tengkuk.&lt;br /&gt;"Heee..." Wajahku beku, sedikit miris menahan mual yang seketika mengaduk perut.&lt;br /&gt;"tinggal di mana?" lagi, mulutnya ingin kusumpal dengan sumpah serapah.&lt;br /&gt;"..." untuk kesekian, ku pilih mematung.&lt;br /&gt;"namanya siapa?" Aku menelan ludah yang tiba-tiba terasa manis, asam lambungku meningkat, mendesak isi perut kembali ke esofagus, mengantri di belakang gigiku, tak sabar mendarat keras di wajahnya yang mesum.&lt;br /&gt;Langkahku menjauh kabur, sebelum racun kumuntahkan lewat senyuman manis yang merangsang hasratnya ejakulasi,lepas tanpa episode berikut, sisakan onggok yang terkulai menuai pedih. Aku butuh mandi...air liurnya membuatku gatal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2852482653163691423-7636721321518353583?l=salahresep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salahresep.blogspot.com/feeds/7636721321518353583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2852482653163691423&amp;postID=7636721321518353583' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/7636721321518353583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/7636721321518353583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salahresep.blogspot.com/2009/08/just.html' title='&quot;just...&quot;'/><author><name>bulqiss</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16185860286436672235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SOxUTRnkIeI/AAAAAAAAAAo/HcSScgwsGug/S220/DSCF5300.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852482653163691423.post-223872139544684383</id><published>2009-06-11T21:49:00.000-07:00</published><updated>2009-06-11T21:59:21.387-07:00</updated><title type='text'>Aku masih tak tahu arti diam itu...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SjHgj0xOW_I/AAAAAAAAAEE/4646byG8Xhc/s1600-h/diam1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 299px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SjHgj0xOW_I/AAAAAAAAAEE/4646byG8Xhc/s320/diam1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346301138730638322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Bisakah Kau berhenti memandangiku?”&lt;br /&gt;Aku tergagap, “Maaf, Aku hanya senang melakukannya.” Kualihkan pandanganku ke pengunjung lain yang juga asyik berbincang, tapi hanya sejenak, karena Aku mendapati tatapanku kembali tertuju padanya.&lt;br /&gt;Dia tertawa, menemukanku kembali memandanginya. Aku hanya bisa tersenyum, tak ada gunanya bersembunyi, toh Aku tertangkap basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sering menghabiskan malam di tepi jalan ini, dalam keremangan warung kopi yang sangat sederhana. Hanya ada satu lampu yang menerangi warung, sisa kegelapan di terangi oleh lampu jalanan, yang kadang berpendar, kadang meredup. Kami menyukai musik kebisingan yang tak hentinya dimainkan para pengguna jalan, juga derit ban mobil yang berhenti saat lampu merah, gas yang dipacu saat lampu hijau menyala. Kami bisa melihat Penjual Koran yang menyelip diantara pengendara, mengetuk kaca mobil, menunjukkan Koran pagi yang beritanya hampir basi, juga pengamen dengan alat musik seadanya, bersenandung, bergoyang meminta recehan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku benci tersipu malu,” ujarnya, sambil menitipkan kerlingan nakal di akhir tawanya yang tertahan.&lt;br /&gt;“Aku menyukainya, boleh kan?” kataku. Dia tertunduk, menjawabku dengan diam.&lt;br /&gt;Ahhh…perempuanku, sungguh mati Aku cinta, tapi Aku tak berani menebak arti diam itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan terakhir ini, Aku sering merindukannya. Waktu menua, tapi ingatanku kembali muda. Membuntutiku dalam tidur, menguntit saat Aku menyeberang jalan, mengintipku saat mandi. Sering Aku mengiriminya salam, tapi saat angin enggan bertiup, jika awan hitam mengancam fajar, ketika malam memekat, hanya bila Ku yakin salam itu tak akan pernah tiba. Aku takut sedih gelayuti rautnya, saat dia tahu bahagiaku mengendap, memadat dan membatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak akan berkata, 5 tahun pernikahanku hanya tentang bualan cinta. Aku menikmatinya, memandang wajah perempuanku yang terlelap lelah menunggu, mendapati raut sedihnya saat mengakui dia menghanguskan makan siang kami, menemukannya sembunyikan malu tiap mendengar rayuanku. Indah...hingga waktu kelabui sadarku, samarkan retak yang pelan-pelan menebal rapuhkan bangunan kemesraan. Ke-Akuan menjadi angkuh, saat ”kita berdua” susut menjadi ”hanya saya”, Bercinta menjelma ritual wajib yang lakunya kita hapal di luar kepala, naik ranjang, tuntaskan ejakulasi, akhiri dengan lelap. Tak ada lagi mimpi yang serupa selepas bercinta, hanya tersisa dua onggok tubuh dengan selimut sebatas dagu, saling memunggungi tanpa sudi kembali meraba dan berbagi hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dingin, bulan mulai tak tampak, larut dalam pekatnya malam. Bukannya kembali ke rumah, Aku malah lalu lalang di jalanan yang mulai sepi, susuri kisah lalu, berharap ada jejak rasa yang akan menuntunku pulang. Kuputuskan menepi,mengunjungi warung kopi yang menyimpan kisahnya. Tempat itu masih berdiri di sana, kecuali warna catnya yang berganti, semuanya tetap sama. Lapuknya, apeknya, remangnya, bisingnya, bangkunya, mejanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mencari siapa?” tersentak Aku mengenali suara itu. Perempuan itu di sana, di bangku yang sama, memandangiku yang sedang terpaku. Dia tersenyum, dengan anggukan memintaku mendekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hakhahahha..ternyata kita bertemu di sini,” tawa itu masih sama bagiku. Terdengar begitu ringan, renyah rekah tundukkan angkuh yang selama ini redam rasa. Aku menemukannya kembali, dia pun tak banyak berubah, hanya sedikit gurat kedewasan seiring umur yang menua. Aku tak menyadarinya kemarin, entah kemana kami menghilang. Pandangku tak ingin alih, reguk rindu sepuasnya, biar cinta tergelitik bangkit dan menyelamatkan hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mengapa memandangiku seperti itu?” tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ingin membuatmu tersipu,” ujarku masih dengan menatapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku mulai lupa caranya tersipu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Atau Aku yang lupa cara membuatmu tersipu,” dia mengangkat bahu, menunduk memainkan jemarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kita menjadi pelupa yah?” Aku mengangguk.&lt;br /&gt;Kita hanya melupakan caranya, tapi kita tak lupa dengan rasanya. Kisah itu masih mengikat kuat, menarik kita kembali telisik masa lalu. Seperti saat kita kehilangan barang, kita akan kembali susuri jalan-jalan yang pernah dilalui, memungut ingatan satu persatu, berharap menemukannya celah kealpaan di sana, titik dimana kita harus berhenti 'tuk memperbaikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo pulang...!!!” Dia tak bergeming.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“...kita belajar jatuh cinta lagi...” Dia tak mengangguk, juga tak menggeleng. Hanya mendekat dan jatuhkan diri dalam dekapku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahhh...perempuanku!!! Aku masih tak tahu arti diam itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2852482653163691423-223872139544684383?l=salahresep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salahresep.blogspot.com/feeds/223872139544684383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2852482653163691423&amp;postID=223872139544684383' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/223872139544684383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/223872139544684383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salahresep.blogspot.com/2009/06/aku-masih-tak-tahu-arti-diam-itu.html' title='Aku masih tak tahu arti diam itu...'/><author><name>bulqiss</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16185860286436672235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SOxUTRnkIeI/AAAAAAAAAAo/HcSScgwsGug/S220/DSCF5300.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SjHgj0xOW_I/AAAAAAAAAEE/4646byG8Xhc/s72-c/diam1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852482653163691423.post-3078945759794589455</id><published>2009-05-25T17:52:00.000-07:00</published><updated>2009-05-25T19:03:16.629-07:00</updated><title type='text'>"Ahhh..Ibu..!!!"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/ShtNv5oJr3I/AAAAAAAAAD8/zf5fp4WTjVQ/s1600-h/saudiarabia_old-jiddah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 222px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/ShtNv5oJr3I/AAAAAAAAAD8/zf5fp4WTjVQ/s320/saudiarabia_old-jiddah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339947268496273266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku senang mendekatkan tubuhku padanya, berbagi hangat dalam beku malam yang rambati punggung kami. Biasanya, dia akan membentangkan lengan dan biarkanku menelusup di balik dekapnya.&lt;br /&gt;Saat itu, kami akan banyak bercerita, tentang masa kecilnya dan masa kecilku, kekasihnya dan kekasihku, saudaranya dan saudaraku, ayahnya dan ayahku. Kadang, kami juga bercerita tentang suami tetangganya, istri tetangganya, anak tetangganya, pacar anak tetangganya, bahkan tetangga dari tetangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Aku tak menyadarinya, hingga kemarin...saat teh hangat tersaji sambut pagi, kepul nasi goreng bubarkan kantuk, berita pagi di TV ramaikan hari. Tidak seperti biasanya, hari itu tak ada omelan yang gaungnya hingga tembok tetangga. Dia begitu tenang, hanyutkan resahku karena tak biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada yang berubah?" tanyanya dengan gaya bak model.&lt;br /&gt;"Berubah??Apa??" tatap dirinya sedekat mungkin.&lt;br /&gt;"Lihat dong...!!!" Dia mempermainkan rambutnya.&lt;br /&gt;Hayyaaa...ada yang baru di rambutnya. Aku tertawa,rambut itu sekarang berwarna merah kecoklatan. Celotehnya mengalir tentang teman kantor yang mengajaknya warnai rambut dengan daun pacar.&lt;br /&gt;"Cantik..." ku peluk dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K tutupi haru dengan tawa...di sana pun Ku dapati guratan usia yang semakin tebal di wajahnya, garis-garis ketuaan di sudut matanya, di bibir, di dahi, gerak yang tak selincah dulu, marah yang tak sehebat dulu, tawa yang tak segirang dulu.&lt;br /&gt;Ahhh...Ibuku, Maaf...Aku terlalu sibuk.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2852482653163691423-3078945759794589455?l=salahresep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salahresep.blogspot.com/feeds/3078945759794589455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2852482653163691423&amp;postID=3078945759794589455' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/3078945759794589455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/3078945759794589455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salahresep.blogspot.com/2009/05/ahhhibu.html' title='&quot;Ahhh..Ibu..!!!&quot;'/><author><name>bulqiss</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16185860286436672235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SOxUTRnkIeI/AAAAAAAAAAo/HcSScgwsGug/S220/DSCF5300.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/ShtNv5oJr3I/AAAAAAAAAD8/zf5fp4WTjVQ/s72-c/saudiarabia_old-jiddah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852482653163691423.post-4436152086179294778</id><published>2009-05-19T04:54:00.000-07:00</published><updated>2009-05-19T04:56:17.696-07:00</updated><title type='text'>"cintaku cemburu"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/ShKeRmakolI/AAAAAAAAAD0/tAYm9JpUBCg/s1600-h/jealous_woman.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/ShKeRmakolI/AAAAAAAAAD0/tAYm9JpUBCg/s320/jealous_woman.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337502533594423890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku tak mengerti...&lt;br /&gt;Kemarin...dia tersengal hampiriku, gelayut manja, celoteh tak berkesudahan hingga mulutnya kering.&lt;br /&gt;"Ada apa?" tanyaku. Jeda berinya waktu berpikir, tapi bibirnya tetap rekahkan senyum.&lt;br /&gt;"...sedang jatuh cinta?" &lt;br /&gt;"..." &lt;br /&gt;Diamnya mengatakan ya, dan hela nafasku cukup menanggapinya. &lt;br /&gt;Ingatanku kembara...saat Aku terakhir menemaninya, saat raganya mengalami trance tiap kali bersentuhan dengannya, kuasanya hilang, berganti pipi yang merona, senyum gugup, jemari gelisah. Haa..merasakannya lagi mungkin bak menuruni tangga yang menjulang ke langit, tapi sebelum mata mengerjap, kaki telah tapaki bumi. &lt;br /&gt;"Kau senang, dia menemani lagi??"&lt;br /&gt;Lidahnya kelu, Dia tak tau Aku pun ragu.&lt;br /&gt;"Kali ini, dia akan tinggal berapa lama?" tanyaku selipkan resah.&lt;br /&gt;Dia mengangkat bahu, Aku meringis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi...hari ini. Bibir itu menukik tajam ke bawah, wajahnya mengerut cemberut, sedu iringi sendu. Aku bergidik, kemuraman yang suram, pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku cemburu," sungutnya kesal. Pun cinta hidupkan imunitas, matikan skotofobia dan kortisol, Aku tak yakin dia akan kebal terhadapnya. Toh, cemburu  sudah setua umur manusia, dilahirkan kembar dengan rasa cinta saat Adam dan Hawa tercipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cemburu???" Gelak ku tak tertahan, abaikan rupanya yang masam. Rasa aneh itu seperti reaksi alergi. Pajanan pertama, sel-sel masih mengabaikannya, atas nama cinta mereka dibolehkan untuk singgah. Seperti bumbu dapur yang gugah selera hingga air liur pelan menetes. Dia hanya penyedap rasa. Pajanan kedua, ketiga...masih sama. Hingga sel mulai jemu, keluh jenuh tiap cicipi rasanya. Muak, habiskan waktu muntahkannya di dalam kloset, di sisi pintu, di balik pohon, di depan wajahnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Bukannya cemburu itu cinta?" Dia menggeleng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cinta tidak boleh menyiksa seperti ini," ujarnya terdengar ragu. Iya..cemburu adalah emosi yang dikonstruksi secara sosial, artinya sesuatu yang timbulkannya telah ditentukan secara kultural. &lt;br /&gt;Tak tau harus berbuat apa, kuraih dirinya dalam dekapku. Perlahan isak pecah kebisuan. Hatinya geliat gelisah, tersesat resah coba puaskan dahaga mengharap lega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini seretku paksa, pandangi sebuah sel pesakitan yang menunggunya, kasusnya masih bergulir di pengadilan, menanti vonis hukuman karena dia telah berani jatuh cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haaa...cerita berulang yang tak pernah usai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2852482653163691423-4436152086179294778?l=salahresep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salahresep.blogspot.com/feeds/4436152086179294778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2852482653163691423&amp;postID=4436152086179294778' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/4436152086179294778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/4436152086179294778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salahresep.blogspot.com/2009/05/cintaku-cemburu.html' title='&quot;cintaku cemburu&quot;'/><author><name>bulqiss</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16185860286436672235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SOxUTRnkIeI/AAAAAAAAAAo/HcSScgwsGug/S220/DSCF5300.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/ShKeRmakolI/AAAAAAAAAD0/tAYm9JpUBCg/s72-c/jealous_woman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852482653163691423.post-1344551859241669736</id><published>2009-05-02T17:20:00.000-07:00</published><updated>2009-05-02T22:04:47.166-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pagi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalan'/><title type='text'>"Red Code"...jatuh cinta</title><content type='html'>Dia duduk di sudut kamarku, tersenyum dengan barisan giginya yang rapi. Saat itu, setengah kantuk, mataku terpicing ke arahnya, hentak sadarku, gaduh ku terpaksa menekan alarm waspada "red code". Aku yakin sedang bermimpi, tarik selimutku, bungkus tubuhku rapat, risau kudekap gelap. &lt;br /&gt;...2 menit, 3..4..7 menit, 10 menit...sesak, singkap selimutku sebatas dagu. Argghhh...dia masih di sana, kali ini diam menatapku, beku membuatku kaku. Aku tertangkap, lengah terjebak perangkap. &lt;br /&gt;Saatnya bangun, masa lalu mengajariku tak mungkin lari darinya. Rasa ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kali ini, akan tinggal berapa lama?" titip sesal, kesal di akhir kalimatku. &lt;br /&gt;"Tergantung..." dia kali ini berdiri di sisiku.&lt;br /&gt;"Kau membiarkanku masuk, Sayang..." dia menyentuh pipiku. Semburat pagi tergambar di sana. Aku hanya mengangguk, tak ingin meraih tangannya ataupun menepisnya. Aku mengakuinya. Kemarin pintu itu terbuka lebar, enggan kututup, entah lupa atau sedang tak ingin. Aku tak ingat lagi. Hirauku angkuh 'tuk tepis angin yang jatuhkan dedaunan kering. Entah kapan, dia datang dan mulai mengumpulkan daun-daun itu, menjadikannya sarang, memamahnya, pesat bertumbuh, besar...besar...terlalu besar untuk akhirnya menghimpitku, mengangkatku dan melemparku ke dinding. Lebih dari cukup untuk membuatku menyadari keberadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tak memintamu tinggal," ujarku pelan. Ku gigit bibir bawahku. &lt;br /&gt;Dia tak pernah butuh undangan untuk datang, izin untuk tinggal, ataupun lambaian tangan untuk mengantarnya pulang. Hening, untuk sejenak tak bergeming. &lt;br /&gt;Aku mengenal situasi ini, pilihan lintasan-lintasannya, rambu-rambu jalannya, kapan melaju, melambat ataupun berhenti. Tapi, tetap saja ada bekas luka, parutan panjang di betis, goresan di lengan, lebam di bawah mata. Mungkin Aku tertidur saat berjalan, menabrak pembatas jalan, tubruk sapi-sapi menyeberang, ataupun bergesekan dengan kendaraan lain. Ini indah, tapi tawa riang tak sisakan parut, isak luka yang jelas membekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gusar..ku tinggalkan tempat tidur, kran air terbuka, cuci muka, sikat gigi...tanggung, skalian mandi saja, bersihkan sisa-sisa cerita lalu yang lekat. &lt;br /&gt;"Hakhahahahahhaa..." tawaku ledak. Tak ada gunanya lari, tak izinkan sesali diri. Rasa itu di luar sana menungguku, membentuk sesosok rupa yang akan menemaniku jemput pagi, temani mimpi, hantar tidur...mulai esok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya..untuk "jatuh cinta" lagi.&lt;br /&gt;Fiuhhh...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2852482653163691423-1344551859241669736?l=salahresep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salahresep.blogspot.com/feeds/1344551859241669736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2852482653163691423&amp;postID=1344551859241669736' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/1344551859241669736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/1344551859241669736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salahresep.blogspot.com/2009/05/red-codejatuh-cinta.html' title='&quot;Red Code&quot;...jatuh cinta'/><author><name>bulqiss</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16185860286436672235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SOxUTRnkIeI/AAAAAAAAAAo/HcSScgwsGug/S220/DSCF5300.JPG'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852482653163691423.post-5441569639555448849</id><published>2009-04-25T10:23:00.000-07:00</published><updated>2009-05-19T04:46:07.172-07:00</updated><title type='text'>"Cinta yang rakus"</title><content type='html'>Aku tak mengerti...&lt;br /&gt;Kemarin...dia tersengal hampiriku, gelayut manja, celoteh tak berkesudahan hingga mulutnya kering.&lt;br /&gt;"Ada apa?" tanyaku. Jeda berinya waktu berpikir, tapi bibirnya tetap rekahkan senyum.&lt;br /&gt;"...sedang jatuh cinta?" &lt;br /&gt;"..." &lt;br /&gt;Diamnya mengatakan ya, dan hela nafasku cukup menanggapinya. &lt;br /&gt;Ingatanku kembara...saat Aku terakhir menemaninya, saat raganya mengalami trance tiap kali bersentuhan dengannya, kuasanya hilang, berganti pipi yang merona, senyum gugup, jemari gelisah. Haa..merasakannya lagi mungkin bak menuruni tangga yang menjulang ke langit, tapi sebelum mata mengerjap, kaki telah tapaki bumi. &lt;br /&gt;"Kau senang, dia menemani lagi??"&lt;br /&gt;Lidahnya kelu, Dia tak tau Aku pun ragu.&lt;br /&gt;"Kali ini, dia akan tinggal berapa lama?" tanyaku selipkan resah.&lt;br /&gt;Dia mengangkat bahu, Aku meringis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi...hari ini. Bibir itu menukik tajam ke bawah, wajahnya mengerut cemberut, sedu iringi sendu. Aku bergidik, kemuraman yang suram, pikirku.&lt;br /&gt;"Aku cemburu," sungutnya kesal. Pun cinta hidupkn imunitas, matikan skotofobia dan kortisol, Aku tak yakin dia akan kebal terhadapnya. Toh, cemburu  sudah setua umur manusia, dilahirkan kembar dengan rasa cinta saat Adam dan Hawa tercipta.&lt;br /&gt;"Cemburu???" Gelak ku tak tertahan, abaikan rupanya yang masam. Rasa aneh itu seperti reaksi alergi. Pajanan pertama, sel-sel masih mengabaikannya, atas nama cinta mereka diobolehkan untuk singgah. Seperti bumbu dapur yang gugah selera hingga air liur pelan menetes. Dia hanya penyedap rasa. Pajanan kedua, ketiga...masih sama. Hingga sel mulai jemu, keluh jenuh tiap cicipi rasanya. Muak, habiskan waktu muntahkannya di dalam kloset, di sisi pintu, di balik pohon, di depan wajahnya. &lt;br /&gt;"Bukannya cemburu itu cinta?" Dia menggeleng.&lt;br /&gt;"Cinta tidak boleh menyiksa seperti ini," ujarnya terdengar ragu. &lt;br /&gt;Iya..cemburu adalah emosi yang dikonstruksi secara sosial, artinya situasi yang menimbukan cemburu telah ditentukan secara kultural. Aku menyebutnya 'cinta yang rakus'. Tak tau harus berbuat apa, kuraih dirinya dalam dekapku. Perlahan isak pecah kebisuan. Hatinya geliat gelisah, tersesat resah coba puaskan dahaga mengharap lega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini seretku paksa, pandangi sebuah sel pesakitan yang menunggunya, seperti memunguti jejak jejak isak. Haaa...cerita berulang yang tak pernah usai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2852482653163691423-5441569639555448849?l=salahresep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salahresep.blogspot.com/feeds/5441569639555448849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2852482653163691423&amp;postID=5441569639555448849' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/5441569639555448849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/5441569639555448849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salahresep.blogspot.com/2009/04/cinta-yang-rakus.html' title='&quot;Cinta yang rakus&quot;'/><author><name>bulqiss</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16185860286436672235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SOxUTRnkIeI/AAAAAAAAAAo/HcSScgwsGug/S220/DSCF5300.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852482653163691423.post-8832907452625952821</id><published>2009-04-07T07:09:00.000-07:00</published><updated>2009-04-07T07:37:52.444-07:00</updated><title type='text'>"...kembali menunggu"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/Sdtf4n_r6KI/AAAAAAAAADs/YicvD5h6n9E/s1600-h/narcoleptic_by_rache_engel_by-www.thaidir.com.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 221px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/Sdtf4n_r6KI/AAAAAAAAADs/YicvD5h6n9E/s320/narcoleptic_by_rache_engel_by-www.thaidir.com.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321952811081787554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari terakhir ini, dia mulai sering menunggu. Mulai dari menunggu derai hujan yang menimpa atap berdenting lebih lemah dan jarang, menunggu gelembung-gelembung air panas yang meletup di atas panci saat akan membuat teh, menunggu iklan di TV berganti dengan sinetron, menunggu seterika panas, menunggu kukunya lebih panjang untuk di rapikan, hingga menunggu tanggal baru datang untuk bisa mengambil jatah bulanan. Tapi menunggunya menunggu serpihan rasanya menyatu membentuk kisah yang utuh, adalah hal yang paling membuat kesal. &lt;br /&gt;Aku lupa hari, tanggal dan jam pastinya, seakan ini tentang sesuatu yang muncul secara misterius dari sebuah tongkat sulap atau sebuah tanda yang tiba-tiba hadir tanpa pertanda, saat menunggu mulai mengambil satu ruang dalam sadarnya, menjelma sebagai realita baru yang harus dijalaninya setiap waktu. Menunggu membuat waktu begerak sangat lambat dalam dunianya.&lt;br /&gt;Dia mulai bosan...kakinya bergerak tanpa henti, menghentak lantai tanpa irama, jemarinya menari, ketuk meja tanpa ritmik yang harmonis.&lt;br /&gt;“Masih lama?” tanyaku. Usir jauh jalar kebosanan yang mulai hinggap, resah menguntitku gelisah. &lt;br /&gt;Kedua bahunya terangkat dengan malas, terpaku pandang ke satu-satunya pintu masuk yang terus menua menunggu pengunjung yang singgah untuk menunggu.&lt;br /&gt;Perempuan ini, pemain sandiwara sempurna, tegar polesi rapuh dengan tegasnya kata, riang himpit sedih dengan ukiran tawa. Aku, penonton yang menggilainya, takjub menyemat, sindir rinduku sering.&lt;br /&gt;Hening...geraknya terhenti, degupku ikut melambat. Inikah waktunya...??&lt;br /&gt;“Aku pulang...”&lt;br /&gt;Kataku tersekat, rasa menyengat panik. Sendu iringi setipis senyum di bibirnya.&lt;br /&gt;”..atau kita menjemputnya?”&lt;br /&gt;Dia menggeleng. &lt;br /&gt;”...Aku berhenti” lelah gelayut manja di ujung desahnya. Geram membuncah, rutuki bayang retak yang tak pernah jelas buatku.&lt;br /&gt;”....menunggu siapa?” Aku ingin tau, pelakon di balik kisah menunggu ini. Sesuatu tak pernah hadir tanpa pertanda. Geraknya hanya loncatan diantara pijakan yang diciptakan untuknya. &lt;br /&gt;Dia berbalik sesaat sebelum beranjak pergi. Bukan urusanku...dia memberitahuku jelas dari kerutan di dahinya. Dia terdiam, lama...tapi Aku tetap menunggu jawab.&lt;br /&gt;”Aku berhenti...menunggumu!!” ujarnya sebelum berlalu pergi. Terhenyak sadarku, ruang waktu menyatu, kilasan cerita balikkan sesal yang telantarkan rindu.&lt;br /&gt;Ahhh...derai hujan berganti rintik, air panas di panci habis menguap, sinetron berakhir “to be continued”, panas seterika hanguskan baju, kukunya habis dipangkas sebelum bertumbuh, bahkan jatah bulanan di panjar sebelum waktunya. Kisah ini usai. Waktu berjalan sangat lambat di duniaku. Aku menunggunya kembali menunggu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2852482653163691423-8832907452625952821?l=salahresep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salahresep.blogspot.com/feeds/8832907452625952821/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2852482653163691423&amp;postID=8832907452625952821' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/8832907452625952821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/8832907452625952821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salahresep.blogspot.com/2009/04/beberapa-hari-terakhir-ini-dia-mulai.html' title='&quot;...kembali menunggu&quot;'/><author><name>bulqiss</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16185860286436672235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SOxUTRnkIeI/AAAAAAAAAAo/HcSScgwsGug/S220/DSCF5300.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/Sdtf4n_r6KI/AAAAAAAAADs/YicvD5h6n9E/s72-c/narcoleptic_by_rache_engel_by-www.thaidir.com.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852482653163691423.post-1548402991705434853</id><published>2009-03-11T19:35:00.001-07:00</published><updated>2009-03-11T19:49:51.653-07:00</updated><title type='text'>"parasit halte"</title><content type='html'>Dia sering bercerita tentang dirinya…dirinya yang jatuh hati padaku, dirinya yang memimpikanku, dirinya yang memujaku, dirinya yang menginginkanku. &lt;br /&gt;Seperti sore ini, yang mulai terasa lembab, hujan menghantar senja dan mengetuk-ngetuk jendela di samping kursi kami. Deretan kursi terlihat lengang, tak ada tangisan bayi, rengek anak kecil yang ingin mendapatkan kursinya sendiri, remaja yang saling tersipu malu, ibu yang bergosip tentang teman sekantornya yang selingkuh, ataupun dengkur seorang ayah yang kelelahan setelah seharian memunguti rejeki, tak ada pengamen, tak ada pedagang asongan, tak ada yang lain. Hanya kami berdua, dalam bis yang terus melaju perlahan. &lt;br /&gt;Dia mulai masuk ke dalam kisah yang lain. Kali ini, tentang betapa dia terluka karena mencintaiku, betapa dia tersiksa setiap malam karena merindukanku, betapa dia menyesali diri tak mengenalku sejak dulu, betapa dia menjadi gila karenaku. Aku hanya memandangi jendela yang buram, kisah suram itu membuatku semakin kusam, terisak tanpa air mata, terhenyak, terdesak rasa bersalah  untuk semua sakit yang kuciptakan. Dia mengambil semua cinta itu, tanpa sisa untukku. Awalnya terkesan indah, saat bahuku tak perlu ikut pegal memanggulnya, jemariku tak lagi kram karena menentengnya kemana-mana. Saat Aku menginginkannya, dia akan senang hati memberikan, tanpa perlu merajuk, merutuk, merengut dan cemberut. Cintaku semakin pasif, lumpuh karena apoptosis di seluruh selnya. Mereka melakukan bunuh diri massal untuk penghinaan atas keberadaannya, keakuannya dan kini, Aku tak mampu lagi merasakan apa-apa, hambar.  Embun di jendela meluruh, di luar sana hujan sudah mulai reda. Hanya gerimis yang tertinggal menyapu jalanan.&lt;br /&gt;”Tak ingin menambah penumpang lagi???” Aku memotong sejenak, mencuri waktu untuk paru-paruku bernafas.&lt;br /&gt;Dia menggeleng...”cukup dirimu saja.”&lt;br /&gt;Bus terus saja melaju, mengikuti kecepatan alur dan plot kisahnya. Melambat saat dia bersedih karenaku, dan melaju kencang saat bahagia karenaku. Aku semakin mahir terdiam, mulutku terkatup rapat. Untuk menumpang, Aku hanya perlu telinga untuk mendengar, bukan mulut yang ikut membagi kisah, hingga Aku semakin lupa caranya bertutur. Kadang, Aku ingin berkisah...tapi tidak sampai satu halte, kisahku berakhir, tanpa seri 2, 3 dan seterusnya....dan itu membuatku mati. Untuk hidup, Akupun harus berkisah...kecuali Aku ingin menjadi parasit jahat yang pelan-pelan mematikan inangnya.&lt;br /&gt;“Aku ingin turun,” dia memandangku marah, tanganku digenggamnya erat, takut seketika lepas dan Aku melesat pergi. &lt;br /&gt;“Berkisahlah...!!!” pintanya, kali ini dia meraihku jauh ke dalam peluknya. Kulitnya begitu hangat, tapi tak mampu enyahkan beku di tubuhku yang sedingin es. Kuharap ada sedikit memori yang tertinggal di lapis kulitku, yang dapat ku kelupas satu-satu, hingga Aku pun dapat bercerita. Tapi, hufffhhh...hanya kulit-kulit mati yang tak lagi sempurna, robek, berlubang dan tak terbaca. &lt;br /&gt;...dan di luar sana, gerimis berganti deras, langit gelap memekik, cahaya putih memercik di selanya. Aku mendelik, ragu menelisik, usik setan yang terkikik di balik helai-helai rambut. &lt;br /&gt;”Baiklah...Aku tinggal,”dia melepasku dan tersenyum. Aku meringis, tatap kejauhan dari sisi bahunya. Halte berikutnya, masih sangat jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dasar parasit...Aku masih butuh tumpangan.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2852482653163691423-1548402991705434853?l=salahresep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salahresep.blogspot.com/feeds/1548402991705434853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2852482653163691423&amp;postID=1548402991705434853' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/1548402991705434853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/1548402991705434853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salahresep.blogspot.com/2009/03/parasit-halte.html' title='&quot;parasit halte&quot;'/><author><name>bulqiss</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16185860286436672235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SOxUTRnkIeI/AAAAAAAAAAo/HcSScgwsGug/S220/DSCF5300.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852482653163691423.post-3951853692410225527</id><published>2009-02-15T04:05:00.000-08:00</published><updated>2009-02-15T05:31:30.542-08:00</updated><title type='text'>"bocah pemulung"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SZgYTA0vREI/AAAAAAAAAC0/qkkJfTDrIb4/s1600-h/anak.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 230px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SZgYTA0vREI/AAAAAAAAAC0/qkkJfTDrIb4/s320/anak.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303015276146541634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;hampir larut..dahinya merengut, mata nyalang awas pada tiap jengkal aspal yang dijajakinya.Haaaa... 2 bocah...tatih, terseok gerobak penuh kardus dan timbunan botol plastik, menggelinding di jalan, tangan kecil cengkram erat, dorong dengan langkah satu-satu..yang lain berlari...kais sampah dan senyum renyah dengan botol plastik kosong di genggaman. Tawa ada di sana,di tengah wajah letih kanak yang dipaksa dewasa...tak ada tangan yang tengadah, tak ada rupa sedih dalam kepuraan, tak ada yang menangis di gendongan...&lt;br /&gt;Ahhh...mereka melintasiku, sisakan sesal bergumpal, haru membiru, terenyuh tanpa sedu. &lt;br /&gt;"Maaf sayang...uangku hanya cukup untuk pulang.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB : harap qta ketemu lg...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2852482653163691423-3951853692410225527?l=salahresep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salahresep.blogspot.com/feeds/3951853692410225527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2852482653163691423&amp;postID=3951853692410225527' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/3951853692410225527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/3951853692410225527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salahresep.blogspot.com/2009/02/bocah-pemulung.html' title='&quot;bocah pemulung&quot;'/><author><name>bulqiss</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16185860286436672235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SOxUTRnkIeI/AAAAAAAAAAo/HcSScgwsGug/S220/DSCF5300.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SZgYTA0vREI/AAAAAAAAAC0/qkkJfTDrIb4/s72-c/anak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852482653163691423.post-6920192129422973496</id><published>2009-01-27T00:35:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T02:38:00.968-08:00</updated><title type='text'>"Appy B' day"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SX7kAiUnWNI/AAAAAAAAACs/iGKQaTfc9uY/s1600-h/400px-Streichholz.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SX7kAiUnWNI/AAAAAAAAACs/iGKQaTfc9uY/s320/400px-Streichholz.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295920909698685138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mmmm...siang terlewat, hingga malam hadir...mataku tak lepas dari detik jam... Pikirku tak ingin sadar, tentang esok yang akan hadir beberapa jam lagi. Awal langkah dengan umur yang baru...seperti membuka pintu, dengan buku buku berat yang tertumpuk dalam tasku, berisi seribu cerita, pesan, harap, takut...&lt;br /&gt;Haa...pekerjaan rumah kemarin belum rampung,Tak bisakah ku simpan saja di kolong meja, hatiku merajuk...&lt;br /&gt;Lewat satu detik...korek api yang baru mulai berpijar, esok berganti kemarin...&lt;br /&gt;Aku menua...heeeeeeee...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB : Untung umur cuma + 1, coba klo + 2 atau + 3...&lt;br /&gt;     Hakhahaha..repottt..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2852482653163691423-6920192129422973496?l=salahresep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salahresep.blogspot.com/feeds/6920192129422973496/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2852482653163691423&amp;postID=6920192129422973496' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/6920192129422973496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/6920192129422973496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salahresep.blogspot.com/2009/01/appy-b-day.html' title='&quot;Appy B&apos; day&quot;'/><author><name>bulqiss</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16185860286436672235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SOxUTRnkIeI/AAAAAAAAAAo/HcSScgwsGug/S220/DSCF5300.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SX7kAiUnWNI/AAAAAAAAACs/iGKQaTfc9uY/s72-c/400px-Streichholz.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852482653163691423.post-2609957961883311894</id><published>2009-01-22T23:47:00.001-08:00</published><updated>2009-01-23T02:12:05.584-08:00</updated><title type='text'>'pelangi senja'</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SXmUpCVWRUI/AAAAAAAAACE/bsc-vCfVIPg/s1600-h/parkinglotrainbow2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 253px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SXmUpCVWRUI/AAAAAAAAACE/bsc-vCfVIPg/s320/parkinglotrainbow2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294426269672686914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;sore mampir...langkah berat tapaki setapak, antara rerumpun yang basah lepas gerimis. Sosok-sosok melintas, menyapa, menunduk...Kuburai senyum, untukku...dan pikirku yang mengelana jauh di sela titik hujan yang tertinggal. &lt;br /&gt;Ahhhh...ranselku seberat gunung, menggantung, remas bahuku sakit. Aku meringis...&lt;br /&gt;Dua kepala tiba-tiba memaku pandangnya ke langit, cekikik ributkan senja, berbisik dengan mata berbinar.. Mereka menggangguku, usik kesal yang bagi letih di punggung, di kaki, tangan, hati... &lt;br /&gt;Mereka mengajakku...daki langit dengan tatap yang terpekik. Lekat...tak ingin lepas, nafasku tertahan, terjebak takjub di pusaran warna...merah, jingga, kuning, hijau, biru, ungu... biarkan celup sempurna, lukis rona di tiap lekuk tubuhku yang gelinjang, hingga malam mengetuk sadar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB : gila...lamanya nda liat pelangi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2852482653163691423-2609957961883311894?l=salahresep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salahresep.blogspot.com/feeds/2609957961883311894/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2852482653163691423&amp;postID=2609957961883311894' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/2609957961883311894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/2609957961883311894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salahresep.blogspot.com/2009/01/pelangi-senja.html' title='&apos;pelangi senja&apos;'/><author><name>bulqiss</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16185860286436672235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SOxUTRnkIeI/AAAAAAAAAAo/HcSScgwsGug/S220/DSCF5300.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SXmUpCVWRUI/AAAAAAAAACE/bsc-vCfVIPg/s72-c/parkinglotrainbow2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852482653163691423.post-4102188820207940992</id><published>2009-01-22T00:16:00.000-08:00</published><updated>2009-01-22T01:27:06.950-08:00</updated><title type='text'>Pisang Goreng...ngidam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SXg7m0Mfa6I/AAAAAAAAAB8/DQSWKYRaxuA/s1600-h/pisanggorengcopy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 250px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SXg7m0Mfa6I/AAAAAAAAAB8/DQSWKYRaxuA/s320/pisanggorengcopy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294046900006120354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kemarin...tiba-tiba ngidam pisang goreng keju. Rasanya ada yang menghentak-hentak, menggedor pintu di salah satu ruang dalam tubuh. Tidak jelas...dimana. tapi begitu kuatnya hingga "ingin" yang lain terlempar jauh. &lt;br /&gt;Ni tinggal bayar Rp.7000,- dah dapat sepiring pisang di Cafe Ogi atau Al dina (warung kopi dekat rumah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngidam...???Haa...gerimis menemukannya, berdua...menanti reda. Lepas hujan...basah membekas dan tak kering hingga hari ini. Seperti cipratan lumpur di jalanan, tak ada gunanya menghindar, sekalian saja lari bermain hujan.  &lt;br /&gt;lucu...ni hamil yang kesekian (bukan fertilisasi biologis), masih blastula, mengapung ikut luapan rasa hingga waktu yang tak terbatas. Regulasi hormon masih kacau, hingga progesteron tak bisa membuat rumah yang nyaman. Tak ada tempat menempel, bersinggah, apalagi menetap. Pun tetap tak berani menghidupkannya...&lt;br /&gt;"bisa masak??"&lt;br /&gt;"..."&lt;br /&gt;"saya suka pisang goreng"&lt;br /&gt;"..."&lt;br /&gt;"mau membuatkannya??"&lt;br /&gt;"..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum beranjak juga, ngidamnya belum usai...malah makin membuat gila. Malam larut, jalanan mendulang sepi, gerimis surut izinkan langkah berlalu. Kainku mulai lembab, dingin menjelma setan yang membelai tengkuk, meremang...merinding. &lt;br /&gt;...hattsyyhhii...pertahanan tubuhku jebol, Aku mulai sakit, saatnya memesan...biar hidup kembali lepas..biar "ingin" yang lain kembali ke rumah.&lt;br /&gt;"mau makan pisang goreng?"&lt;br /&gt;[send]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2852482653163691423-4102188820207940992?l=salahresep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salahresep.blogspot.com/feeds/4102188820207940992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2852482653163691423&amp;postID=4102188820207940992' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/4102188820207940992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/4102188820207940992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salahresep.blogspot.com/2009/01/pisang-gorengngidam.html' title='Pisang Goreng...ngidam'/><author><name>bulqiss</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16185860286436672235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SOxUTRnkIeI/AAAAAAAAAAo/HcSScgwsGug/S220/DSCF5300.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SXg7m0Mfa6I/AAAAAAAAAB8/DQSWKYRaxuA/s72-c/pisanggorengcopy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852482653163691423.post-3777972347848707505</id><published>2009-01-21T22:37:00.000-08:00</published><updated>2009-01-21T23:05:04.385-08:00</updated><title type='text'>"simpangan"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SXgaiV8higI/AAAAAAAAAB0/di_dgqIJWcc/s1600-h/rain.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 254px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SXgaiV8higI/AAAAAAAAAB0/di_dgqIJWcc/s320/rain.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294010539282893314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanah meliat malas, bosan menunggu pijak kakiku yang tak kunjung lepas. debar jantungku mengeras, mendahului debar jam  yang mulai berlari. saatnya lepas rasa, bukankah satu purnama telah jauh..biar cinta pun tetap merintih di sudut malam. &lt;br /&gt;Urgghh...simpang terasa menyesak dada. titik titik gerimis mengetuk...Aku tak jua beranjak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB : pinjam payung..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2852482653163691423-3777972347848707505?l=salahresep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salahresep.blogspot.com/feeds/3777972347848707505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2852482653163691423&amp;postID=3777972347848707505' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/3777972347848707505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/3777972347848707505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salahresep.blogspot.com/2009/01/simpangan.html' title='&quot;simpangan&quot;'/><author><name>bulqiss</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16185860286436672235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SOxUTRnkIeI/AAAAAAAAAAo/HcSScgwsGug/S220/DSCF5300.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SXgaiV8higI/AAAAAAAAAB0/di_dgqIJWcc/s72-c/rain.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852482653163691423.post-3505908835667470594</id><published>2009-01-20T03:15:00.000-08:00</published><updated>2009-01-20T03:49:38.335-08:00</updated><title type='text'>mmmhh...terlanjur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SXW2CaQB--I/AAAAAAAAABk/sL3O7Ut1WhE/s1600-h/women.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SXW2CaQB--I/AAAAAAAAABk/sL3O7Ut1WhE/s320/women.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293337089566440418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;miss someone..mmmhhh..not, I miss...something..&lt;br /&gt;ssttt...merunduk, cemburu tiba-tiba menggerayap, menggelepar...menghantam&lt;br /&gt;tak ada waktu...Aku tertunduk...bukan malu, bukan sesal&lt;br /&gt;hanya tertunduk...redam, resap...&lt;br /&gt;dasar, perempuan!!!&lt;br /&gt;terlanjur...jatuh, basah...&lt;br /&gt;Argghhh, Aku mengharap...&lt;br /&gt;tapi...dia diam,&lt;br /&gt;Aku menunggu...lelah...&lt;br /&gt;tak ada kata...&lt;br /&gt;Aku pergi..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2852482653163691423-3505908835667470594?l=salahresep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salahresep.blogspot.com/feeds/3505908835667470594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2852482653163691423&amp;postID=3505908835667470594' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/3505908835667470594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/3505908835667470594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salahresep.blogspot.com/2009/01/miss-someone.html' title='mmmhh...terlanjur'/><author><name>bulqiss</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16185860286436672235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SOxUTRnkIeI/AAAAAAAAAAo/HcSScgwsGug/S220/DSCF5300.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SXW2CaQB--I/AAAAAAAAABk/sL3O7Ut1WhE/s72-c/women.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852482653163691423.post-2916122266683310512</id><published>2009-01-20T02:53:00.000-08:00</published><updated>2009-01-20T03:10:16.296-08:00</updated><title type='text'>"birthing"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SXWvw_INhTI/AAAAAAAAABc/GGa-uKSmvfE/s1600-h/pregnancy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 260px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SXWvw_INhTI/AAAAAAAAABc/GGa-uKSmvfE/s320/pregnancy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293330193158341938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;          mmmhhh...that's baby inside her..I want to get five...not much&lt;br /&gt;                                   ....ssstt....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2852482653163691423-2916122266683310512?l=salahresep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salahresep.blogspot.com/feeds/2916122266683310512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2852482653163691423&amp;postID=2916122266683310512' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/2916122266683310512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/2916122266683310512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salahresep.blogspot.com/2009/01/birthing.html' title='&quot;birthing&quot;'/><author><name>bulqiss</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16185860286436672235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SOxUTRnkIeI/AAAAAAAAAAo/HcSScgwsGug/S220/DSCF5300.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SXWvw_INhTI/AAAAAAAAABc/GGa-uKSmvfE/s72-c/pregnancy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852482653163691423.post-3086182707001566055</id><published>2009-01-20T02:04:00.000-08:00</published><updated>2009-01-20T02:34:51.351-08:00</updated><title type='text'>"Obgyn..pengen cerita doang"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SXWogkJsrsI/AAAAAAAAABU/m_LcgFG7ks4/s1600-h/pregnant_belly.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 299px; height: 229px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SXWogkJsrsI/AAAAAAAAABU/m_LcgFG7ks4/s320/pregnant_belly.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293322214457519810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mmmhh...lg malas berkata-kata indah..&lt;br /&gt;ada banyak ide untuk buat cerita sih...tapi semuanya nyangkut di gyrus-gyrus..&lt;br /&gt;Ni hari, lagi APN (Asuhan Persalinan Normal)di Obgyn..ceritanya dah minggu 4. Meeyenangkan sih..tapi jaganya cuaaaaappeeekkk...&lt;br /&gt;Ni yang penting...Saya ada menggaris bawahi beberapa hal selama di Obgyn :&lt;br /&gt;1. Melahirkan itu butuh energi banyak, jadi..sebelum melahirkan nanti..sudah harus ada persiapan cemilan-cemilan selama nunggu his selanjutnya. Kan, Ibu memang dianjurkan minum banyak biar tidak keletihan..(minumnya "teh kotak")&lt;br /&gt;2. Vagina tu terlihat aneh waktu melahirkan...jadi, nanti saat dokter tanya mau di dampingi suami atau tidak, keknya harus dipikir 2 kali...atau klo mau ditemani, biar suami liat susahnya melahirkan, suami hanya boleh berdiri di samping dekat kepala istrinya, tidak di bawah liat bayinya pelan2 keluar...(Napa...???Mmmhhh..pikir sendiri deh!!!)&lt;br /&gt;3. Mudah-mudahan nanti, perineumnya tidak robek coz jahitannya bisa bikin dispareunia...&lt;br /&gt;4. Nda jadi deh...punya 7 anak&lt;br /&gt;5. Tidak semua Ibu melahirkan punya stria-stria di perutnya...&lt;br /&gt;Mmmhh...tapi sejauh ini, melahirkan tu fisiologis, so nda ada masalah..klo sakit, pastilahhh...Nikmati saja&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2852482653163691423-3086182707001566055?l=salahresep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salahresep.blogspot.com/feeds/3086182707001566055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2852482653163691423&amp;postID=3086182707001566055' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/3086182707001566055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/3086182707001566055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salahresep.blogspot.com/2009/01/obgynpengen-cerita-doang.html' title='&quot;Obgyn..pengen cerita doang&quot;'/><author><name>bulqiss</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16185860286436672235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SOxUTRnkIeI/AAAAAAAAAAo/HcSScgwsGug/S220/DSCF5300.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SXWogkJsrsI/AAAAAAAAABU/m_LcgFG7ks4/s72-c/pregnant_belly.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852482653163691423.post-100187236616327586</id><published>2008-11-28T01:05:00.000-08:00</published><updated>2008-11-28T01:07:30.255-08:00</updated><title type='text'>"Kisah lama-jilid sekian"</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SS-0q0l-NkI/AAAAAAAAABM/tqq1GoSMkxQ/s1600-h/Woman-with-Wet-Hair-and-Body-Posters.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SS-0q0l-NkI/AAAAAAAAABM/tqq1GoSMkxQ/s320/Woman-with-Wet-Hair-and-Body-Posters.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273632336439555650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu tengah asyik membaca sesuatu, sesekali dia berpaling pada seseorang yang duduk di sampingnya, tersenyum simpul atau hanya memandangnya dalam diam. Kadang, dia mendapat tanggapan, kadang sepertinya tak ada yang tau kalau dia sedang berbicara. Sepertinya mereka bukan kekasih, mungkin dua orang kawan lama yang baru berkenalan. Dimensi ruang mereka yang berbeda, tiba-tiba berhenti di detik yang sama, membentuk semacam simpul yang membuat mereka bersama saat ini. &lt;br /&gt;Mmm..ruangan ini terlalu kecil untuk menyembunyikan maksud yang tersembunyi dari rangkaian acak takdir. Tak ada yang tau ke mana waktu akan membawa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya Asa. Jiwa yang neurosis dengan hati yang perlahan nekrosis di beberapa lobus. Seandainya ahli forensik berhasil membedahnya, mereka akan menemukan sel-sel heksagonal yang terselubung selaput sesal, kehitaman karena rasa bersalah, dan beberapa diantaranya mati karena hipoksik dalam sepi. Sound’s like pathetic. &lt;br /&gt;Entah sejak kapan, dia selalu menyusuri jalan-jalan tikus di tengah kota, belajar merangkak dan bersembunyi di balik semak. Kadang dia berhenti di sudut jalan, menanti jalanan sepi agar bisa menyeberang. ”Semakin banyak benturan, akan semakin sakit,” katanya, saat Aku menanyakan mengapa dia memilih menghindari keramaian. &lt;br /&gt;Kami tak pernah berkenalan secara resmi. Entah mengapa, dia selalu datang padaku saat malam menutup mata, dan lelap mengusir kata. Kadang dia datang dengan mata sembab, kadang dengan tertawa dan kadang dengan wajah yang sangat bingung. Biasanya, Aku hanya akan duduk mendengarkan dia bercerita, menimpalinya dengan bergumam atau menguap. Beberapa diantara ceritanya sudah usang, hanya kisah-kisah yang mengalami reinkarnasi, pemain baru atau lama, bagiku terdengar sama saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Lagi buat apa?” Aku melihat Asa menggeser tubuhnya ke samping.&lt;br /&gt;”Mmm....” &lt;br /&gt;Asa menjawab gumaman itu dengan sebuah senyum, bukan gerak refleks tanpa arti yang sering digunaknnya untuk menetralkan suasana, tapi bentuk jujur dari rasa terima kasihnya akan sosok yang tak memberinya kata di sore itu. Dia lebih menyukai dihadiahi kebisuan, diberi tatapan kosong tanpa rasa, daripada ditawarkan gelak dan senyum manis yang diakhiri pandangan sayang. Semua itu malah akan jadi horor untuknya.&lt;br /&gt;Asa kembali menyandarkan tubuhnya ke kursi. Diraihnya sebuah buku dan mencoba menyibukkan diri untuk beberapa saat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku ingin pacar.” ujarnya padaku di suatu malam, saat kami bersama-sama menunggu kendaraan umum. Dia dalam perjalanan pulang.&lt;br /&gt;” Mengapa, bukannya tiap hari dirimu bercinta?” tanyaku.&lt;br /&gt;”Aku butuh teman bercinta...” Dia mengulum senyum. &lt;br /&gt;”...dan mengantarku pulang, mungkin...”&lt;br /&gt;Jawaban pendek yang membuatku tertawa. &lt;br /&gt;”Andai dirimu sesederhana itu.” Angin berdesah pelan, ikut mengaminkan. &lt;br /&gt;”Hakhahahaa,” Dia terbahak, memecah sepi. Kami melewatkan beberapa kendaraan.&lt;br /&gt;”Mmm ...Mungkin terlalu banyak sakit hati?” keningnya berkerut, tampak tak yakin dengan apa yang diucapkannya.&lt;br /&gt;Aku menggelengkan kepala, ”Atau, terlalu banyak rasa bersalah?” &lt;br /&gt;Dia menoleh padaku, sebelum menghentikan sebuah kendaraan yang hampir berlalu. Dia duduk di sisi dekat pintu, membuka lebar2 jendela di dekatnya. &lt;br /&gt;”Atau keduanya?” Asa menyambung pembicaraan kami yang terputus.&lt;br /&gt;Aku mengangguk, kombinasi yang sangat bagus untuk membuat seseorang benar-benar ingin bersembunyi, tertidur seribu tahun dan terbangun dengan kisah yang baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku sudah selesai,” Asa berdiri dari kursinya, mengambil tas dan menunggu lelaki itu berdiri. Kuminta dalam hati, agar dia mengakhiri senyumnya, agar dia berhenti berujar, agar dia tak menatapnya, agar dia segera berlalu, agar tak ada cerita baru yang harus kudengarkan malam ini dan malam-malam selanjutnya. &lt;br /&gt;Tapi......canda itu berlanjut......lama, jauh membunuh waktu. Gumaman berganti senyum lebar, perlahan semakin riuh dengan gelak yang tak lagi malu.&lt;br /&gt;Dan Aku berlalu, menunggunya di sudut kamar dengan segelas susu dingin, menahan kantuk untuk mendengar dongeng sesal yang akan didendangkannya malam nanti hingga kami tertidur. Dia menceritakan kisah lama, jilid ke sekian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2852482653163691423-100187236616327586?l=salahresep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salahresep.blogspot.com/feeds/100187236616327586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2852482653163691423&amp;postID=100187236616327586' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/100187236616327586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/100187236616327586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salahresep.blogspot.com/2008/11/kisah-lama-jilid-sekian.html' title='&quot;Kisah lama-jilid sekian&quot;'/><author><name>bulqiss</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16185860286436672235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SOxUTRnkIeI/AAAAAAAAAAo/HcSScgwsGug/S220/DSCF5300.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SS-0q0l-NkI/AAAAAAAAABM/tqq1GoSMkxQ/s72-c/Woman-with-Wet-Hair-and-Body-Posters.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852482653163691423.post-1407305664130592134</id><published>2008-11-06T03:16:00.000-08:00</published><updated>2008-11-06T03:25:29.084-08:00</updated><title type='text'>Hikzzzz</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SRLTDAnzjTI/AAAAAAAAABE/O4k1r-xuqb8/s1600-h/crying-emo1.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 223px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SRLTDAnzjTI/AAAAAAAAABE/O4k1r-xuqb8/s320/crying-emo1.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265502963009555762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;[Hujan, Okt’26]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia membuatku menangis hari ini. Awalnya kucoba untuk tertawa, mengeluarkan sedikit endorfin untuk menguatkan tanggul di sudut-sudut mataku, tapi ternyata ada yang menghimpit dadaku terlalu kuat. Bibirku bukannya melengkung ke atas membentuk senyum tapi malah ke bawah melukis ringisan. Dasarr…Aku menekan alarm kebakaran. Pintu air terbuka dan menerjang tanggul hingga retak-retak, air merembes pelan-pelan dan mengalir satu-satu dari ujung mataku. Aku menahan isak di tenggorokanku, menarik nafas dalam- dalam agar ia tertarik masuk kembali ke rongga dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin rasanya mengumpat, mengotori mulutku dengan sumpah . Tapi, Aku tau tak ada yang bermaksud membuatku harus tinggal di serapahkamar menunggu konjungtivaku kembali putih. Sepertinya, ini hanya sedikit permainan takdir yang luput dari sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku belajar sesuatu dari sesenggukan tertahan pagi ini. Saat seseorang bertanya arti kekasih, saudara atau sahabat. Aku yakin tak pernah bisa menjawab dengan tepat. Yang kutau, saat seseorang berbuat hal yang tak diinginkan, dan rasanya seperti ulu hatimu dipukul dengan keras, dadamu dihimpit hingga sesak, dan terasa hangat di kedua matamu. Maka yakin saja…kalau dia orang yang kau sayangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi ingat adikku. Sejak tingginya melampauiku, Aku tak pernah lagi membuatnya menangis, tapi giliranku yang dibuat terisak. Hanya saja, sepuluh menit setelahnya, Aku selalu lupa dan kembali sibuk mencarinya. Aku bukannya tak ingat dia menyakitiku, tapi Aku lupa kalau marah padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sssshhhh…kali ini sepertinya…..Aku juga lupa…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[phone ringing]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mmm… Aku mulai ingat sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[hujan deras]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2852482653163691423-1407305664130592134?l=salahresep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salahresep.blogspot.com/feeds/1407305664130592134/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2852482653163691423&amp;postID=1407305664130592134' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/1407305664130592134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/1407305664130592134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salahresep.blogspot.com/2008/11/hikzzzz.html' title='Hikzzzz'/><author><name>bulqiss</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16185860286436672235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SOxUTRnkIeI/AAAAAAAAAAo/HcSScgwsGug/S220/DSCF5300.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SRLTDAnzjTI/AAAAAAAAABE/O4k1r-xuqb8/s72-c/crying-emo1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852482653163691423.post-4744705535168623355</id><published>2008-10-10T00:13:00.000-07:00</published><updated>2008-10-10T02:02:30.755-07:00</updated><title type='text'>"CITO menikah"</title><content type='html'>Gerahhh...sudah hampir 3 jam, kuhabiskan waktu depan laptop. Memelototi sambil sesekali menekan keyboard. Di sudut kamar, beberapa gadis (teman2ku sesama coass)saling berceloteh, terkikik-kikik dan kadang membisu. Hampir selama diriku, mereka saling bercerita, semakin lama semakin riuh dan semakin panas. Ini virus endemik yang sedang menyebar di rumah sakit, mengalahkan infeksi nosokomial, tapi bukannya menyerang pasien dan keluarganya, malah menyerbu dokter2 muda yang sebentar lagi melepas predikat "muda"nya, dan hanya menyemat predikat "dokter" yang tidak lagi muda.&lt;br /&gt;"eh..si anu mau nikah?"&lt;br /&gt;"ohh..putus q kah? sa kira sudah mau mi nikah?"&lt;br /&gt;"di jodohkan ki di'?.."&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja menikah menjadi ambisi dan obsesi. Semua merasa menyandang "perawan tua"...padahal umur masih 22, baru 23, jalan 24 dan hampir 25 tahun. &lt;br /&gt;Hehehe..Aku jadi ingat pada ibu dan nenekku. Dua perempuan yang mengajarkanku kapan harus menunduk malu, kapan harus tersenyum menggoda, kapan harus menangis, dan kapan harus tertawa. Kemarin, mereka mengenalkanku pada seseorang, dua opsi yang berbeda dari dua perempuan yang merasa tau apa yang kubutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya tertawa saat itu, berpikir apakah sudah ada uban yang mencuat di sela rambutku, apakah mulai ada kerutan di sudut mataku, apakah di perut dan pahaku mulai terbentuk gelambir, apakah Aku sudah sangat peot dan reot hingga tak bisa menggoda satu pria pun dan memaksanya melamarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah tuntutan sosial yang merongrong dan mengkungkung kebebasan bercinta. Saat rasa itu butuh waktu sekian hari untuk menjadi cinta, ketakutan dan tuntutan membuatnya menjadi cinta karbitan. Terlihat nanak tapi rasanya hambar. Hingga saat percintaan itu dipenuhi sakit dan diisi dengan tangisan di ujung malam, bukannya salah pilih tapi memang mereka tak membuat ada pilihan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihatku tak acuh, mereka mulai menanyakan kekasihku. Aku semakin tergelitik. Ibuku tak berkata apa-apa, diam tanpa senyum yang tertahan dan kerutan yang membekas. Dia mengenalku dengan baik, mengenali kisah cinta yang kudongengkan setiap malam, mengenali rasa yang membuatku menggeleng dan menahan senyum. Nenekku semakin memandang iba padaku, saat dia seumurku, anaknya sudah setengah lusin. Saat umurnya baru 16 tahun, kakekku adalah pria kesekian yang mengajaknya menikah. Dan kami...&lt;br /&gt;Hakhahahahaha&lt;br /&gt;"CITO menikah!!!!"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(bersambung)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2852482653163691423-4744705535168623355?l=salahresep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salahresep.blogspot.com/feeds/4744705535168623355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2852482653163691423&amp;postID=4744705535168623355' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/4744705535168623355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/4744705535168623355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salahresep.blogspot.com/2008/10/cito-menikah.html' title='&quot;CITO menikah&quot;'/><author><name>bulqiss</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16185860286436672235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SOxUTRnkIeI/AAAAAAAAAAo/HcSScgwsGug/S220/DSCF5300.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852482653163691423.post-3547689844041303110</id><published>2008-10-09T23:35:00.000-07:00</published><updated>2008-10-09T23:56:38.801-07:00</updated><title type='text'>"mandi"</title><content type='html'>Beberapa hari ini, air PAM tersendat-sendat. Kadang mengalir, kadang menetes. Ku coba menunggunya, berdiri di samping bak mandi, lirih memanggil-manggil dewa air yang mungkin terlelap. Aku tau itu mustahil, tapi...sudahlah, sedikit imajinasi dan kekonyolan kadang berhasil dengan cara yang misterius. Hampir setengah jam berlalu, berbalut handuk hijauku dengan rambut yang sudah kugerai, Aku mulai patah asa. Dingin juga mulai berani membelai-belai bahu dan tengkukku yang terbuka. Aku mulai mendidih, kuhentak-hentak lantai kamar mandi sambil menggerutu. Aku benci. Tak ada mandi sore hari ini, serupa dengan pagi tadi. Grrrr...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2852482653163691423-3547689844041303110?l=salahresep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salahresep.blogspot.com/feeds/3547689844041303110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2852482653163691423&amp;postID=3547689844041303110' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/3547689844041303110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852482653163691423/posts/default/3547689844041303110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salahresep.blogspot.com/2008/10/mandi.html' title='&quot;mandi&quot;'/><author><name>bulqiss</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16185860286436672235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aruRTSrVcLs/SOxUTRnkIeI/AAAAAAAAAAo/HcSScgwsGug/S220/DSCF5300.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
